Showing posts with label Dunia Rohani. Show all posts
Showing posts with label Dunia Rohani. Show all posts

Tuesday, 16 August 2011

Cara Mengukur Keberhasilan Puasa Ramadhan Kita, Sebuah Renungan



Kata kunci Puasa Ramadhan dan Puasa Sunnah adalah “Jujur”. Melalui Puasa, Allah SWT mengajarkan kita melatih kepekaan sosial juga dengan puasa melatih manusia untuk ‘Jujur’ kepada Allah SWT. Jika manusia jujur kepada Allah SWT, maka otomatis manusia akan jujur kepada diri sendiri, sesama individu manusia, sesama makhluk hidup dan lingkungan sekitar.



http://stat.kompasiana.com/files/2010/09/jujur-226x300.png

Jadi untuk mengukur seorang individu manusia lulus dari pelatihan Puasa adalah ia berperilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari selama sebelas bulan ke depan. Kenapa jujur, karena yang benar benar mengetahui apakah kita puasa sungguh sungguh atau tidak hanyalah Allah dan diri kita sendiri, orang terdekatpun tidak ada yang mengetahuinya, andai saja diperjalanan ke kantor Anda diam-diam makan permen di jalan, atau kala tak ada siapapun Anda meneguk seteguk air karena kehausan, tidak seorangpun tau kecuali diri kita sendiri dan Allah.

Dengan kejujuran hidup kita lebih damai tentram dan dalam bahasa agama lebih berkah yaitu apa yang kita peroleh membawa kebahagiaan dan manfaat bukan kerusakan dan siksa bagi diri kita, mari kita ikuti cuplikan kisah berikut dari kejujuran seorang tukang tambal ban di kolong ibukota Jakarta yang penuh dengan kepalsuan dan manipulasi berikut ini

“KEJUJURAN ITU Mahal dik!” Bener, bukan saya yang mengatakan hal itu. Ucapan itu mungkin buat kita yang biasa melihat banyak kemunafikan, banyak kebohongan dan banyak kebrengsekkan di depan kita [atau malah mungkin kita bagian dari hal itu?], jadi sesuatu yang klise dan numpang lewat saja. Tapi kalimat itu diucapkan dengan intonasi sederhana dari seorang penambal ban, bernama SOEWARDI.

Mbah Wardi –begitu biasa dia dipanggil– adalah seorang penambal ban di depan Roxy Mas. Aku ngobrol gara-gara ban motorku kena paku ‘segede bagong’. Kabarnya, memang disana banyak yang sering kena paku aneh-aneh. Ketika semua orang menunjuk tempat tambal bannya, aku sudah “berprasangka” pasti orang ini yang menyebar paku, biar tambal bannya laris.

Ketika menunggu, karena ada beberapa yang sedang ditambal, beberapa ‘pak ogah’ nawarin aku untuk tambal ban di seberang jalan lain, karena menurut mereka lebih kosong dan bisa cepat dikerjakan. Tapi entah kenapa, aku memilih untuk menunggu antrean saja. Males jalan sih tepatnya…

Sembari menunggu, aku ngobrol dengan Mbah Wardi. Soalnya, yang nambal, lebih sering diberikan kepada ‘anak-buahnya’ sementara Mbah Wardi mengawasi.

Mbah Wardi mengaku, lahir dan besar di Magelang Jawa Tengah, 70 tahun silam. Dengan bangga, Mbah Wardi menyebut dirinya adalah warga Lembah Tidar, julukan Kota Magelang. Tahun 1959-an, dia sudah merantau ke Jakarta dan mencoba peruntungan di banyak pekerjaan.

“Dulu Jakarta bagus mas. Nggak macet dan polusi kaya sekarang. Saya ngontrak di daerah Roxy cuma 350 rupiah perbulan ketika itu,” katanya mulai mengorek masa lalunya. Sampai akhirnya tahun 1973, Mbah Wardi membuka usaha tambal ban, di Roxy, tempat yang sampai sekarang ditempatinya.

“Saya sering diajarin untuk nyebar paku dik, tapi buat apa? Rejeki sudah ada yang ngatur kan,” tegasnya. Mbah Wardi juga bercerita, dirinya pernah menemukan HP pelanggannya dan menyimpannya, sampai ketika esok harinya yang punya balik, HP itu dikembalikannya tanpa minta imbalan. “Kejadian kaya gitu sering lo dik,” tambahnya. “Kejujuran itu sekarang mahal dik,” tegasnya.

Puluhan tahun menjadi penambal ban, membuat ayah dari 3 anak yang sudah mentas ini paham betul trik untuk “nakal” dan mencari peluang untuk nambahin recehan. “Tapi kalau saya lakukan, mungkin hari itu saya dapat uang banyak, tapi besok-besok saya malah ditutup rejekinya to,” ujarnya polos.

Mbah Wardi bercerita dengan wajar, santai dan hati-hati. Baginya, dengan segala kekurangan dan kelebihannya, jujur adalah nomor satu. “Yang lain tidak jujur silakan, saya nggak mau ikut-ikutan dik,” tandasnya.

Yah, mengapa harus ikut-ikutan brengsek, ketika yang lain jadi brengsek? Mengapa harus ikut-ikutan nakal? Mengapa harus jadi penipu ketika yang lain ramai-ramai jadi penipu? Mbah Wardi, keukeuh untuk jadi dirinya sendiri. Sederhana banget, dengan menjadi penambal ban yang jujur…. maaf Mbah sudah berprasangka



http://dmilano.files.wordpress.com/2011/07/air-jujur-294x300.png?w=294&h=300

Ya Allah, jadikanlah kami hamba yang Jujur. Amin…….









sumber :http://ruanghati.com/2011/08/15/cara-mengukur-keberhasilan-puasa-ramadhan-kita-sebuah-renungan/

Monday, 15 August 2011

5 Rahasia Puasa Bulan Ramadhan



Sebagai muslim yang sejati, kedatangan dan kehadiran Ramadhan yang mulia pada tahun ini merupakan sesuatu yang amat membahagiakan dan sangat ditunggu. Betapa tidak, dengan menunaikan ibadah Ramadhan, banyak amalan, kedahsyatan dan manfaat yang akan kita peroleh, baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat kelak.


http://radenfajar.student.umm.ac.id/files/2010/08/gambar-Puasa.jpg


Disinilah letak pentingnya bagi kita untuk membuka tabir rahasia puasa sebagai salah satu bagian terpenting dari ibadah Ramadhan.


Dr. Yusuf Qardhawi dalam kitabnya Al Ibadah Fil Islam mengungkapkan ada lima rahasia puasa yang bisa kita buka untuk selanjutnya bisa kita rasakan kenikmatannya dalam ibadah Ramadhan.
  1. Menguatkan Jiwa. Dalam hidup hidup, tak sedikit kita dapati manusia yang didominasi oleh hawa nafsunya, lalu manusia itu menuruti apapun yang menjadi keinginannya meskipun keinginan itu merupakan sesuatu yang bathil dan mengganggu serta merugikan orang lain. Karenanya, di dalam Islam ada perintah untuk memerangi hawa nafsu dalam arti berusaha untuk bisa mengendalikannya, bukan membunuh nafsu yang membuat kita tidak mempunyai keinginan terhadap sesuatu yang bersifat duniawi. Manakala dalam peperangan ini manusia mengalami kekalahan, malapetaka besar akan terjadi karena manusia yang kalah dalam perang melawan hawa nafsu itu akan mengalihkan penuhanan dari kepada Allah Swt sebagai Tuhan yang benar kepada hawa nafsu yang cenderung mengarahkan manusia pada kesesatan. Allah memerintahkan kita memperhatikan masalah ini dalam firman-Nya yang artinya: Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya (QS 45:23).

    Dengan ibadah puasa, maka manusia akan berhasil mengendalikan hawa nafsunya yang membuat jiwanya menjadi kuat, bahkan dengan demikian, manusia akan memperoleh derajat yang tinggi seperti layaknya malaikat yang suci dan ini akan membuatnya mampu mengetuk dan membuka pintu-pintu langit hingga segala do’anya dikabulkan oleh Allah Swt, Rasulullah Saw bersabda yang artinya:

    Ada tiga golongan orang yang tidak ditolak do’a mereka: orang yang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil dan do’a orang yang dizalimi (HR. Tirmidzi).
  2. Mendidik Kemauan. Puasa mendidik seseorang untuk memiliki kemauan yang sungguh-sungguh dalam kebaikan, meskipun untuk melaksanakan kebaikan itu terhalang oleh berbagai kendala. Puasa yang baik akan membuat seseorang terus mempertahankan keinginannya yang baik, meskipun peluang untuk menyimpang begitu besar. Karena itu, Rasulullah Saw menyatakan: Puasa itu setengah dari kesabaran. Dalam kaitan ini, maka puasa akan membuat kekuatan rohani seorang muslim semakin prima. Kekuatan rohani yang prima akan membuat seseorang tidak akan lupa diri meskipun telah mencapai keberhasilan atau kenikmatan duniawi yang sangat besar, dan kekuatan rohani juga akan membuat seorang muslim tidak akan berputus asa meskipun penderitaan yang dialami sangat sulit.
  3. Menyehatkan Badan. Disamping kesehatan dan kekuatan rohani, puasa yang baik dan benar juga akan memberikan pengaruh positif berupa kesehatan jasmani. Hal ini tidak hanya dinyatakan oleh Rasulullah Saw, tetapi juga sudah dibuktikan oleh para dokter atau ahli-ahli kesehatan dunia yang membuat kita tidak perlu meragukannya lagi. Mereka berkesimpulan bahwa pada saat-saat tertentu, perut memang harus diistirahatkan dari bekerja memproses makanan yang masuk sebagaimana juga mesin harus diistirahatkan, apalagi di dalam Islam, isi perut kita memang harus dibagi menjadi tiga, sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk air dan sepertiga untuk udara.
  4. Mengenal Nilai Kenikmatan. Dalam hidup ini, sebenarnya sudah begitu banyak kenikmatan yang Allah berikan kepada manusia, tapi banyak pula manusia yang tidak pandai mensyukurinya. Dapat satu tidak terasa nikmat karena menginginkan dua, dapat dua tidak terasa nikmat karena menginginkan tiga dan begitulah seterusnya. Padahal kalau manusia mau memperhatikan dan merenungi, apa yang diperolehnya sebenarnya sudah sangat menyenangkan karena begitu banyak orang yang memperoleh sesuatu tidak lebih banyak atau tidak lebih mudah dari apa yang kita peroleh. Maka dengan puasa, manusia bukan hanya disuruh memperhatikan dan merenungi tentang kenikmatan yang sudah diperolehnya, tapi juga disuruh merasakan langsung betapa besar sebenarnya nikmat yang Allah berikan kepada kita. Hal ini karena baru beberapa jam saja kita tidak makan dan minum sudah terasa betul penderitaan yang kita alami, dan pada saat kita berbuka puasa, terasa betul besarnya nikmat dari Allah meskipun hanya berupa sebiji kurma atau seteguk air. Disinilah letak pentingnya ibadah puasa guna mendidik kita untuk menyadari tinggi nilai kenikmatan yang Allah berikan agar kita selanjutnya menjadi orang yang pandai bersyukur dan tidak mengecilkan arti kenikmatan dari Allah meskipun dari segi jumlah memang sedikit dan kecil. Rasa syukur memang akan membuat nikmat itu bertambah banyak, baik dari segi jumlah atau paling tidak dari segi rasanya, Allah berfirman yang artinya: Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasati Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih (QS 14:7).
  5. Mengingat dan Merasakan Penderitaan Orang Lain. Merasakan lapar dan haus juga memberikan pengalaman kepada kita bagaimana beratnya penderitaan yang dirasakan orang lain. Sebab pengalaman lapar dan haus yang kita rasakan akan segera berakhir hanya dengan beberapa jam, sementara penderitaan orang lain entah kapan akan berakhir. Dari sini, semestinya puasa akan menumbuhkan dan memantapkan rasa solidaritas kita kepada kaum muslimin lainnya yang mengalami penderitaan yang hingga kini masih belum teratasi, seperti penderitaan saudara-saudara kita di Ambon atau Maluku, Aceh dan di berbagai wilayah lain di Tanah Air serta yang terjadi di berbagai belahan dunia lainnya seperti di Chechnya, Kosovo, Irak, Palestina dan sebagainya. Oleh karena itu, sebagai simbol dari rasa solidaritas itu, sebelum Ramadhan berakhir, kita diwajibkan untuk menunaikan zakat agar dengan demikian setahap demi setahap kita bisa mengatasi persoalan-persoalan umat yang menderita. Bahkan zakat itu tidak hanya bagi kepentingan orang yang miskin dan menderita, pi juga bagi kita yang mengeluarkannya agar dengan demikian, hilang kekotoran jiwa kita yang berkaitan dengan harta seperti gila harta, kikir dan sebagainya. Allah berfirman yang artinya: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (QS 9:103).
Karena rahasia puasa merupakan sesuatu yang amat penting bagi kita, maka sudah sepantasnyalah kalau kita harus menyambut kedatangan Ramadhan tahun ini dengan penuh rasa gembira sehingga kegembiraan kita ini akan membuat kita bisa melaksanakan ibadah Ramadhan nanti dengan ringan meskipun sebenarnya ibadah Ramadhan itu berat.
Kegembiraan terhadap datangnya bulan Ramadhan harus kita tunjukkan dengan berupaya semaksimal mungkin memanfaatkan Ramadhan tahun sebagai momentum untuk mentarbiyyah (mendidik) diri, keluarga dan masyarakat kearah pengokohan atau pemantapan taqwa kepada Allah Swt, sesuatu yang memang amat kita perlukan bagi upaya meraih keberkahan dari Allah Swt bagi bangsa kita yang hingga kini masih menghadapi berbagai macam persoalan besar. Kita tentu harus prihatin akan kondisi bangsa kita yang sedang mengalami krisis, krisis yang seharusnya diatasi dengan memantapkan iman dan taqwa, tapi malah dengan menggunakan cara sendiri-sendiri yang akhirnya malah memicu pertentangan dan perpecahan yang justeru menjauhkan kita dari rahmat dan keberkahan dari Allah Swt.


http://inginsekalisehat.files.wordpress.com/2011/08/buka-puasa.jpg









sumber :http://terselubung.blogspot.com/2011/08/5-rahasia-puasa-bulan-ramadhan.html

Sunday, 14 August 2011

Kenapa di Neraka Banyak Wanita dan Di Surga Banyak Orang Miskin? Penjelasan



Banyak ulama atau hadis menerangkan bahwa di surga kebanyakan penghuninya orang miskin sementara di neraka kebanyakan wanita. Sementara menurut para ulama atau hadis juga menyatakan bahwa orang yang masuk surga dan neraka setelah hisab atau hari kiamat. Kira-kira bagaimanakah penjelasan para ulama lebih lanjut mengenai hal ini berikut kutipan dari penjelasan dari Ustadz Asep Usman Ismail di kolom ramadhan detik yg dikutip berikut ini.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVxHSnHxHQMQVqWUZW6fWrye_XZiJ5fFTbx7Zoc9Egj2UmMjb0Y3ph9mTA80zJaaMB34BNmjZKvpfG3z04hGBkr4kN7m3gEcjX0ocM5wUTFlZcmjlvxWKp5EgDQR9AhFq2HuONgohZFYfr/s1600/babak-dalam-neraka.jpg

Kenapa ada yang mengatakan penghuni neraka lebih banyak wanita?

Secara sosiologis struktur masyarakat itu seperti piramid, penduduk miskin berada pada piramida paling bawah sehingga jumlahnya paling banyak. Sangat logis, jika Nabi SAW menyebutkan bahwa penduduk surga lebih banyak orang miskin dengan alasan sebagai berikut:

1.Kehidupan di akhirat itu merefleksikan keadaan di dunia, jika di dunia penduduk miskin itu mayoritas, maka di akhirat pun tetap mayoritas;

2. Di dalam Al Qur’an pengertian faqir secara harfiah berarti orang yang membutuhkan. Makna ini mengacu kepada dua pengertian, yaitu dalam konteks sosial ekonomi dan eksistensi manusia. Pengertian pertama faqir adalah orang yang sudah berkerja dan mendapatkan penghasilan, tetapi penghasilannya tidak mencukupi kebutuhannya sehingga masih membutuhkan bantuan atau tambahan.

Kedua, faqir adalah menyangkut eksistensi manusia yakni membutuhkan Allah (QS Fathir/35: 15). Penghuni surga adalah orang-orang faqir, yakni manusia yang menyadari eksistensi dirinya sebagai hamba Allah sehingga senantiasa berada dalam kesadaran, saya membuthkan Allah.

Manusia seperti inilah yang merupakan mayoritas penghuni surga. Selebihnya, penghuni surga minoritas adalah manusia yang beriman, tetapi kurang menyadari dirinya membutuhkan Allah. Mereka masuk surga karena kebaikan Allah, setelah Allah mempertimbangkan faktor imannya.

http://bataknews.files.wordpress.com/2009/07/neraka-agama-yahudi.jpg

3. Dalam hadis tersebut digambarkan bahwa penghuni neraka itu kebanyakan kaum perempuan, maksudnya bahwa kualitas kesalehan kaum wanita itu sangat tergantung kepada tiga variabel yang berikut: Pertama, kualitas pola asuh dalam keluarga. Kedua, pendidikan akhlak (karakter). Ketiga, kualitas suami yang menjadi imam dalam pembinaan keluarga.

Ketiganya harus bersinergi secara konisten dan berkesinambungan. Krisis manusia modern menghancurkan tiga sendi ini sekaligus. Pertama, kualitas keluarga berkenaan dengan ibu rumah tangga yang tidak lagi sepenuhnya mendidik, mengasuh dan mengembangkan putra putrinya di rumah, tetapi lebih berorientasi pada sektor di luar rumah.

Kedua, pendidikan sekolah (formal) dan masyarakat (pendidikan nonformal) tidak sepenuhnya mendukung pengembangkan karakter positif. Perempuan sering menjadi korban pelecehan seksual. Ketiga, para suami sering tidak berhasil menjadi teladan bagi keluarganya, bahkan menghancurkan keluarga dengan berbagai tindakan tidak terpuji.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtPFmgT_3JoQAJ1m8wNKIkYyuStwqO8YuOGQhj_AMlKyrZeWqwsoczBt0MsZVIOjIPrfUAlxnkssY3c4n_Lq0CCE6p_hWFRdcFMAQw6rqiIhkvbaNw8shZiaN_zfZzyJ7yRAfIY6pp01fS/s1600/hell.jpg

Dengan demikian, perempuan banyak menjadi korban. Inilah yang dimaksud oleh Nabi SAW bahwa penghuni neraka banyak perempuan. Jika kita berfikir jernih, siapa yang menjadi biang kerok dari krisis ini? Tentu saja kaum laki-laki.

Jadi, laki-laki dan perempuan memikul tanggung jawab yang sama, bahkan kaum laki-laki memikul tanggung jawab lebih berat. Al Qur’an menjelaskan, “Sungguh Kami telah mempersiapkan banyak penghuni neraka dari kalangan jin dan manusia yang memiliki akal yang tidak digunakan untuk berpikir, memiliki penglihatan yang tidak digunakan untuk melihat kebenaran, dan memiliki telinga yang tidak digunakan untuk mendengarkan (petunjuk). Mereka seperti ternak, bahkan lebih idiot dibandingkan ternak”. (QS Al-A’raf/7: 179)









sumber :http://ruanghati.com/2011/08/15/kenapa-di-neraka-banyak-wanita-dan-di-surga-banyak-orang-miskin-penjelasan/

Arti "IMSAK" Sesungguhnya



Di bulan Ramadhan, banyak orang yang menganggap kalau
“IMSAK” adalah "batas waktu antara sahur dan mulai dari puasa". Maksudnya dalam pandangan umum, bila sudah masuk imsak maka sudah tidak diperbolehkan lagi makan/minum (sudah mulai berpuasa).



Dulu, gw juga mikir seperti itu. Tapi makin tahun, gw makin heran dengan istilah
“IMSAK” yang biasanya 10 menit sebelum waktu subuh.



Bila ditelusuri secara
Fiqih, istilah “Puasa” menurut syara’ ialah "menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan dari mulai terbit fajar hingga terbenamnya matahari karena perintah Allah semata-mata, dengan disertai niat dan syarat-syarat tertentu."



Ok, kembali ke permasalahannya. Dalam buku “Fiqih Islam”, tidak ada istilah
“IMSAK” sama sekali. Yang ada hanyalah sunnah untuk makan sahur dan mengakhirkannya.



Lalu, apa maksud dari istilah IMSAK yang sudah populer di kalangan masyarakat Indonesia?








Bila menurut gw,
IMSAK adalah KODE atau TANDA 10 menit sebelum waktu Subuh. Jadi, IMSAK bukanlah batas makan sahur yang oleh orang biasa diartikan seperti itu.







Kenapa gw berpikiran seperti itu? Tentu saja karena gw tahu persis waktu subuh itu adalah sesaat sebelum waktu terbit fajar, sedangkan definisi puasa tertulis waktu dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari.








Jadi, bila waktu kecil gw termakan omongan orang-orang yang mengatakan kalau IMSAK adalah batas makan sahur, sekarang istilah IMSAK itu sendiri gw definisikan berbeda, yaitu sebagai kode pertanda 10 menit lagi waktu Shalat Subuh dan bila masih sempat makan sahur selama 10 menit tersisa itu.








Tetap dibalik semua itu, bila pandangan orang berbeda-beda itu hal yang manusiawi. Gw nggak menyuruh atau memaksa orang-orang untuk percaya kepada tulisan gw ini. Bila ada yang percaya silahkan, bila tidak, ya… tidak apa-apa…. Semua ini kembali kepada ALLAH SWT. Nasib Benny and Mice soal IMSAK:


Spoiler for buka:




Wakakakak, koplak!!!











sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10128957

Rahasia Di Balik Keindahan Mesjid di Dunia

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1764532.jpg





Selain menjadi tempat beribadah, mesjid dapat juga menggambarkan kebudayaan Islam dan menjadi bangunan berarsitektur indah.



Di berbagai belahan dunia, ada beberapa bangunan mesjid yang dianggap paling megah dan memiliki sejarah menarik tersendiri. Seperti apa?





Masjid Faisal, Islamabad, Pakistan



Masjid Faisal terletak di sebelah paling utara Islamabad, ibukota Pakistan. Namanya diambil dari nama pendirinya, Raja Faisal Bin Abdul Aziz dan ditetapkan sebagai Masjid Nasional Pakistan. Tidak seperti masjid di Asia pada umumnya, Masjid Faisal tidak memiliki kubah maupun arca.



Bentuknya yang tidak biasa, terinspirasi dari tenda yang didirikan salah satu suku Arab, Bedouin. Ruang salat utama berbentuk seperti segitiga besar dan menara dibuat meruncing ke atas.

Sedikit dipengaruhi gaya bangunan Turki, Masjid Faisal termasuk salah satu gambaran masjid dengan desain arsitektur kontemporer.



Masjid Al Nabawi, Madinah, Saudi Arabia



Tempat ini merupakan tempat suci ketiga dalam Islam, dan masjid terbesar kedua setelah Masjid Al Haram di Mekkah. Salah satu tempat terpenting di masjid ini adalah The Green Dome, atau Kubah Hijau (bagian tengah masjid) di mana makam Nabi Muhammad berada. Al Nabawi memiliki 10 menara, dengan tinggi masing-masing mencapai 105 meter.



Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin, Brunei Darussalam



Masjid ini dibangun untuk Kesultanan Brunei yang berlokasi di Bandar Seri Begawan, ibukota Brunei. Masjid ini termasuk salah satu yang paling spektakuler di Asia Pasifik, dan menjadi daya tarik utama bagi para turis. Masjid Omar Ali Saifuddin juga dianggap para masyarakat Brunei sebagai simbol keagungan negara mereka.



Masjid Sultan Ahmet, Turki



Tempat ibadah yang juga dikenal dengan Masjid Biru ini memiliki enam menara. Kerumitan arsitektur menjadi daya tarik masjid yang terletak di Istanbul, Turki ini.



Disebut Masjid Biru, karena pada sore menjelang malam, bagian atas setiap menara dan kubah-kubah menjadi berwarna kebiruan. Bukan itu saja, interior masjid ini juga dihiasi ubin-ubin warna biru yang sangat indah.



Masjid Sultan, Singapura



Masjid Sultan terletak di Muscat Street dan North Bridge Road, Distrik Kampung Glam Rochor, Singapura. Dikutip dari Most Interesting Facts, masjid ini diketahui sebagai salah satu tempat ibadah utama umat Muslim di Negeri Singa.



Sejak didirikan, hanya ada sedikit pengembangan di Masjid Sultan yaitu di hall utama pada 1960 dan dibangun ruang tambahan pada 1993. Rasanya memang tidak perlu terlalu banyak perubahan pada masjid yang menjadi monumen nasional pada 14 Maret 1975 ini, karena bangunannya yang sudah kokoh, indah dan cukup megah.



Gambar Masjid Masjid Megah, Mewah dan Indah di DuniaGambar Masjid Masjid Megah, Mewah dan Indah di Dunia



Gambar Masjid Masjid Megah, Mewah dan Indah di DuniaGambar Masjid Masjid Megah, Mewah dan Indah di Dunia



Gambar Masjid Masjid Megah, Mewah dan Indah di DuniaGambar Masjid Masjid Megah, Mewah dan Indah di Dunia



Gambar Masjid Masjid Megah, Mewah dan Indah di DuniaGambar Masjid Masjid Megah, Mewah dan Indah di Dunia



Gambar Masjid Masjid Megah, Mewah dan Indah di DuniaGambar Masjid Masjid Megah, Mewah dan Indah di Dunia



Gambar Masjid Masjid Megah, Mewah dan Indah di DuniaGambar Masjid Masjid Megah, Mewah dan Indah di Dunia



Gambar Masjid Masjid Megah, Mewah dan Indah di DuniaGambar Masjid Masjid Megah, Mewah dan Indah di Dunia



Gambar Masjid Masjid Megah, Mewah dan Indah di DuniaGambar Masjid Masjid Megah, Mewah dan Indah di Dunia



Gambar Masjid Masjid Megah, Mewah dan Indah di DuniaGambar Masjid Masjid Megah, Mewah dan Indah di Dunia



Gambar Masjid Masjid Megah, Mewah dan Indah di DuniaGambar Masjid Masjid Megah, Mewah dan Indah di Dunia

Gambar Masjid Masjid Megah, Mewah dan Indah di Dunia, Gambar Masjid Masjid Megah, Mewah dan Indah di Dunia Gambar Masjid Masjid Megah, Mewah dan Indah di Dunia, Gambar Masjid Masjid Megah, Mewah dan Indah di Dunia, Gambar Masjid Masjid Megah, Mewah dan Indah di Dunia



Berikut ini adalah gambar fotografi 100 masjid-masjid terkenal dan memiliki arsitektur indah di dunia. Halaman ini adalah tulisan terakhir / bagian ke-10. Keseratus gambar di bawah ini tidak diurutkan berdasarkan peringkat, silahkan anda menilai sendiri..

  1. Dubai, UAE

    Jumeirah-Mosque-dubai-treesPhoto by PhareannaH
  2. Muscat, Oman

    Muscat-Oman-Mosque-PanoramaPhoto by stanleykubrick
  3. Mozambique

    Mosque-Ihla-de-MozambiquePhoto by Erik Cleves Kristensen
  4. Iran

    masjid-e-jame-yazd-iranPhoto by Paul Keller
  5. Sri Lanka

    Sri-Lanka-brilliantly-painted-MosquePhoto by mckaysavage
  6. Indonesia

    Baiturrahman-Mosque-Banda-AcehPhoto by durentiga
  7. Alexandria, Egypt

    egypt-Alexandria-mosquePhoto by tinou bao
  8. Gibraltar, Spain

    europa-point-gibraltar-mosquePhoto by tony.evans
  9. Bueno Aires, Argentina

    argentina-bueno-aires-mosquePhoto by MacAllenBrothers
  10. Muscat, Oman

    Grand-Central-Mosque-Muscat-oman


Berikut ini adalah gambar fotografi 100 masjid-masjid terkenal dan memiliki arsitektur indah di dunia. Ini adalah tulisan bagian kesembilan (09). Keseratus gambar di bawah ini tidak diurutkan berdasarkan peringkat, silahkan anda menilai sendiri..

  1. Cairo, Egypt

    mosque-big-egypt-cairoPhoto by Tierecke
  2. Indonesia

    Agung-Mosque-BengkuluPhoto by Imansyah™
  3. China

    Nancheng-Mosque-chinaPhoto by avlxyz
  4. Agadir, Morocco

    mosque-agadirPhoto by Qnofalte
  5. Marrakech, Morocco

    ancient-mosque-marrakechPhoto by Mar10os
  6. Sana’a, Yemen

    sanaa-yemen-mosquePhoto by Raphaël Fauveau
  7. Islamabad, Pakistan

    Faisal-Mosque-pakistan-islamabadPhoto by *_*
  8. Dubai, UAE

    Grand-Mosque-dubai-uaePhoto by robertpaulyoung
  9. Maldives

    mosque-maldives-white-bluePhoto by jawiyani
  10. Sana’a, Yemen

    jibla-mosque-minaret-sanaa-yemen










sumber :http://gayahidup.inilah.com/read/detail/1764532/rahasia-di-balik-keindahan-mesjid-di-dunia

Friday, 12 August 2011

Penghuni Gedung Ini Buka dan Sahur dengan 3 Waktu yang Berbeda



Khalifa Tower



Khalifa Tower of Dubai (Burj al-Khalifah bi Dubai) memiliki keunikan tersendiri terkait waktu berbuka puasa dan sahur. Di gedung tertinggi di dunia yang ketingginya mencapai 828 meter tersebut, waktu berbuka dan bersahurnya berbeda-beda sesuai dengan ukuran ketinggiannya.



Kementrian Urusan Islam dan Amal Sosial di Emirat Dubai, UEA, menyerukan para penghuni gedung tersebut untuk berbuka dan bersahur di waktu yang tidak bersamaan, namun berbeda-beda, sesuai dengan kadar ketinggian di mana mereka tinggal dan berada.





Kementrian tersebut pun memberikan kejelasan dan jadwal imsakiyyat (berbuka-bersahur) khusus bagi para penghuni Khalifa Tower. Dalam jadwal tersebut dijelaskan, jika penghuni lantai 1 sampai lantai 80 berbuka pada jam 19.00 waktu setempat, maka penguni lantai 81 sampai 150 berbuka dua menit kemudian (19.02), disusul dengan penghuni lantai 151 sampai 160, yang berbuka tiga menit berikutnya (19.05).



Dijelaskan oleh keterangan tersebut, sebab utama perbedaan waktu imsakiyyat bagi para penghuni gedung tersebut adalah jarak matahari ketika terbit dan tenggelam. Bagi tingkat paling bawah, matahari terbenam lebih awal, sementara bagi tingkat tertinggi lebih terlambat lima menit.

Spoiler for penjelasannya:
Ternyata ketinggian tempat tinggal kita juga mempengaruhi waktu puasa kita lo. Misalnya kita tinggal di gedung yang tinggi, bisa saja waktu puasa kita berbeda dengan orang yang tinggal di dekat gedung yang kita tempati.



Ulama terkenal di Dubai, Mohammed al-Qubaisi, mengatakan, seseorang yang tinggal di gedung tingkat tinggi berpuasa lebih lama dibandingkan seseorang berada di lantai bawah.



Menurut Al-Qubaisi, seperti dilansir BBC, seseorang yang tinggal di tingkat 80 ke atas lebih lambat dua menit untuk berbuka puasa. Sedangkan yang tinggal di lantai 150 ke atas lebih lambat sekitar tiga menit.



Alasannya, menurut Al-Qubaisi, penghuni apartemen di gedung tingkat tinggi melihat sinar matahari lebih lama dibandingkan yang berada di tingkat bawah.



Al-Qubaisi mengatakan hal yang sama juga terjadi pada orang-orang yang tinggal di pegunungan.












sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10101012

Mukjizat Alquran, Fenomena Facebook Sudah Tersirat 14 Abad Silam



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjddn0UZIDib3HIQ8qjJL0Dft5x6NkwoxW5-GOB2JtOv8ntQaFrgVwfxiWWD2UIyMpfjHov1-vt2rDl0AyqkDg9W_XdcvoD8NSf3-Z2hX4HBML0mhdCEANy2aqhIfa9VD0AjHVcltij3t8/s1600/facebook.jpg

Suatu ketika selepas Ashar di Masjid Al Hikam. Di salah satu pojok masjid tersebut terdapat Ranid dengan dua orang temannya yakni Ahmad dan Ilmi yang terlihat sedang mendiskusikan sesuatu. Kali ini tema yang diangkat seputar masalah I’jazul Quran (Mukjizat Al Quran). Diskusi yang berjalan cukup santai namun sarat akan ilmu.

Indonesia masuk dalam salah satu negara dengan pengguna Facebook terbesar di dunia

Indonesia masuk dalam salah satu negara dengan pengguna Facebook terbesar di dunia

Ahmad adalah seorang mahasiswa salah satu PTS di Jakarta dengan program studi Matematika. Seorang calon pengabdi masyarakat dengan ilmunya. Ahmad selalu berupaya mengaitkan Al-Qur’an dengan bidang studinya matematika. Ahmad sering berkutat dengan angka-angka dalam Al-Qur’an.

Ahmad pun memulai diskusi. “Subhanallah alquran itu bener-bener mukjizat. Gua pernah baca di Internet bahwa ternyata kata Yaum (hari) di dalam alquran sebanyak 365 kata sama seperti jumlah hari dalam satu tahun, kata syahr (bulan) disebutin 12 kali sama kayak jumlah bulan dalam satu tahun, sab’u (minggu) disebutin 7 kali sama dengan jumlah hari per minggu. Belum lagi kata-kata yang berlawan kata. Misalnya ad dunya 115 kali, al akhiroh juga 115 kali. Malaikat 88 kali sedangkan asy syayathin 88 kali juga. Al hayat 145 kali begitupun dengan Al Maut yang juga 145 kali. Belum lagi angka 19 yang disebutin dalam alquran surat Al Mudatsir ayat 30. Sebetulnya masih banyak tapi mending antum liat di internet aja nafsi-nafsi, tinggal tanya mbah google ketik key word nya keajaiban angka dalam alquran,” Celoteh Ahmad sekaligus mengakhiri presentasinya.

Tiba giliran Ranid memaparkan pengetahuannya seputar masalah mukjizat Quran. Ranid memang sangat menyenangi diskusi-diskusi tentang kajian Islam berhubung program studi Ranid adalah bahasa Arab yang ia geluti di salah satu Ma’had Lughoh di Jakarta. Maka ia akan memaparkan sepengetahuannya tentang I’jazul Quran dari sudut pandang bahasa.

Setelah mengucapkan basmalah seraya memuji Allah dengan hamdalah, serta sholawat kepada Nabi SAW. Ranid pun mulai berkata “Mumtaz! ustadz Ahmad mantep dah penjelasannya, giliran ane ya? Gini jadi mukjizat kalo diliat dari segi bahasa maka secara sederhana dapat diartikan sebagai ‘senjata’ untuk melemahkan terhadap tantangan dakwah yang ada. Contoh di zaman nabi Musa AS berhubung waktu itu sihir sedang ngetrend-ngetrendnya maka Allah kasih mukjizat nabi Musa AS ‘menyerupai’ sihir, tapi bukan sihir, dengan tongkatnya yang terkenal. Bisa berubah jadi ular, ngebelah lautan, dsb. Trus di zaman nabi Isa AS berhubung waktu itu ilmu kedokteran lagi maju-majunya maka Allah kasih kepada nabi Isa AS mukjizat yang berhubungan dengan dunia pengobatan. Nah, di zaman Rasul SAW pada masa itu kaum jahiliyyah terkenal akan syairnya yang luar biasa Indahnya. Maka Allah pun memberikan kepada Nabi SAW berupa alquran sebuah mukjizat yang begitu sangat tinggi dan sarat akan nilai sastranya.”

Ranid masih melanjutkan pemaparannya “bahkan Allah nantangin mereka kaum kafir untuk buat satu surat saja yang semisal dengan alquran. Coba ente berdua buka Al-Baqoroh ayat 23

‘dan jika kamu meragukan Al-Quran yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) maka buatlah satu surat semisalnya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah jika kamu orang yang benar,’

dan dilanjutan ayatnya, bahwa Allah sudah kasih garansi, mereka pasti gak akan mampu ngebuatnya. Pernah ada kisah tentang Musailamah Al-Kadzdzab yang coba-coba buat alquran tandingan. Salah satu suratnya niru-niru al-fiil. Dan surat gadungan itu ditertawakan banyak orang karena diliat dari sisi bahasa dan maknanya betul-betul jelek. Dan satu hal lagi cuma alquran kitab suci yang bisa dihafal oleh jutaan manusia walaupun manusianya itu sendiri pun tidak mengetahui arti alquran. Bahkan uniknya juga, hafalannya tersebut lengkap sampai titik dan komanya. Subhanallah maha benar Allah dalam firmanNya ‘dan sungguh Kami mudahkan Al-Quran untuk peringatan’ Al-Qomar ayat 17,” Ranid pun mengakhiri makalah yang dibawakannya.

Selanjutnya giliran Ilmi yang mendapat giliran menjelaskan mukjizat quran berdasarkan studi yang ia geluti. Ilmi adalah seorang mahasiswa IT di salah satu PTS di Jakarta. Berbeda dengan kedua orang sahabatnya tadi, Ikhwan lajang ini tengah mengerjakan tugas akhir dalam perkuliahannya. Hal ini dikarenakan Ilmi terlebih dahulu kuliah selepas SMA daripada Ahmad dan Ranid yang sempat menunda jenjang akademisnya.

Lengkap dengan stelan kacamata khas para hacker di film Hollywood, Ilmi pun memulai pembicaraannya. “sebenernya ane belum mau mengatakan ini mukjizat atau gak? terus terang ane gak berani. Tapi salah satu point yang pernah ane dengar dalam seminar Qur’an bahwa kenapa Qur’an disebut mukjizat tak lain dan tak bukan adalah karena kebenarannya dalam ‘meramal’ masa depan. Betul gak Ran?” Ilmi bertanya pada Ranid. Ranid pun mengiyakan pernyataan Ilmi dengan mengaggukan kepala, seolah tak mau kehilangan pemaparan dari Ilmi sahabatnya.

Ilmi melanjutkan “surat al-lahab contohnya, di situ Allah memastikan bahwa Abu Lahab bakalan tetep kafir dan masuk neraka. Dan ketika surat itu turun di Mekkah, Abu Lahab ternyata masih hidup. Sekarang coba antum bayangin kalo seandainya Abu Lahab itu tergerak hatinya untuk masuk Islam atau pun pura-pura masuk Islam maka Al-Quran akan dipertanyakan kebenarannya dari dulu sampai sekarang. Ataupun di surat Ar-Rum di situ dijelaskan bahwa Romawi bakalan menang melawan Persia. Dan itu subhanallah terjadi beberpa tahun kemudian. Setelah pada peperangan yang sebelumnya Romawi kalah maka pada peperangan selanjutnya Romawi menang telak.

Dan satu lagi peristiwa fathul Mekkah di surat Al-Fath. Allah memastikan kaum Muslimin akan memasuki Mekkah setelah sekian lama hijrah ke Madinah. Dan subhanallah hal itu terbukti.”

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjko-_Qw03cy3tXFlXBvuIm8Z03bc0daEDD7n63fhHWe13UOedJ0Se4KOamt8ege7X1DHZeS7G3cyfLtYD5D0NWb9vQpPER4QOPpBZ8P86KBrjnhYiy-mqKjlIH_bUAlRpE42bliPIgU-2J/s1600/facebook-profile.jpg

Fenomena Al-Fisbukiyyah dalam Al-Qur’an



“Ah itu mah dari aspek sejarah Mi, coba dari aspek IT sesuai sama studi ente?” Tanya Ranid seolah menantang Ilmi. “Weitss, tenang-tenang ane kan belum selesai jelasinnya, ana lanjut ya!” Jawab Ilmi. “Nah berhubung tadi ane bilang ana gak berani nyebut ini mukjizat atau nggak, maka ane akan bilang ini kehebatan Quran.” Ilmi masih melanjutkan, sementara kedua rekannya Ahmad dan Ranid masih terus diam dan menyimak kata per kata yang akan terlontar dari mulut Ilmi. “ente berdua tau gak, bahwa sejak 1400 tahun yang lalu alquran sudah menyinggung tentang Facebook dan kawan-kawannya?!” Ahmad sang Cagur (Calon Guru) tertegun diiringi dengan tertawa kecil seolah tak percaya statmen Ilmi. Lain lagi dengan Ranid yang masih berpikir dan mencari-cari bahwa apakah benar kata Facebook ada di dalam alquran. Dengan mencoba mentashrif pola-pola fi’il.

Ilmi meneruskan kembali pemaparannya “Ahmad, coba ente berdua buka surat Al-Ma’arij ayat 19-21

“‘Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah. Dan apabila mendapat kebaikan dia jadi kikir.’

Ayat ini menjelaskan fenomena jama’ah “Al-Fisbukiyyah” secara umum. Coba ente-ente liat wirid-wirid mereka.

Kebanyakan isinya keluh kesah. Temanya udah mirip sinetron mendayu-dayu sampai bikin air mata keluar. Sakit dari mulai bisul, cantengan, jerawat, sampai ayan di update di status. Cuaca juga gak ketinggalan. Dikasih hujan, ngeluh gak bisa kemana-mana. Dikasih panas ngeluh kepanasan. Segala maksiat juga disebarin di muka umum. Masalah duit abis, rezeki seret terus dan terus di suguhkan. Ibadah juga ada beberapa yang dipublikasikan puasa, sedekah, tapi alhamdulillah ane belum menemukan ada orang yang lagi sholat update status ‘lagi roka’at dua nih’ naudzubillah kalo sampai ada!” canda Ilmi.

Ahmad dan Ranid pun tertawa dan mengaminkan ucapan Ilmi. “Terus di ayat setelahnya dikatakan ‘apabila dapat kebaikan maka ia kikir.’ Ane rasa betul ayat tersebut. Coba ente berdua hitung ada beberapa orang yang update status semisal alhamdulillah dapet rezeki, buat yang mau ditraktir harap tunggu di depan masjid. Kira-kira ada gak status kayak gitu. Giliran dapat rezeki yang melimpah pada pelit gak mau orang lain pada tau, tapi giliran ditimpa musibah di share kemana-mana.”

“Ah, lo iri aja kali jangan sok jaim deh?!” Kali ini Ahmad yang bertanya kepada Ilmi. Ilmi pun menjawab “ane rasa jaim itu perlu, dalam konteks JAIM, Jaga-Iman berkaitan dengan hal malu, ane tidak mengharamkan update status, akan tetapi alangkah baiknya update-nya itu yang baik-baik pokoknya temanya mengajak kebaikan dari quran, hadits, sahabat, ataupun salafush sholih. Inget akh dalam hadits riwayat Bukhori dikatakan Jika kamu tidak malu, maka berbuatlah sesukamu. Ulama bilang bahwa jika kita udah gak malu sama Allah dan tidak merasa diawasinya maka tunaikan saja hawa nafsumu dan lakukan apa yang kau inginkan.” Jawab Ilmi.

Ranid tak menyangka sahabatnya Ilmi dapat menarik dan mengaitkan surat Al-Ma’arij ayat 20-22 dengan fenomena Facebookers yang bergentayangan di dunia maya. Alhamdulillah bertambah satu lagi pengetahuan Ranid pada hari itu. Sungguh Ranid sejatinya sudah sering membaca atau bahkan menghafalkan surat ini. Namun dikarenakan kurang men-tadabbur-i ayat ini maka alangkah kagetnya ia mendengarkan penjelasan yang dipaparkan oleh sahabatnya Ilmi.

Diskusi kali ini pun berkahir seiring dikumandangkannya adzan maghrib sebagai pertanda masuknya waktu sholat maghrib.









sumber :http://ruanghati.com/2011/08/13/mukjizat-alquran-fenomena-facebook-sudah-tersirat-14-abad-silam/

Lansia Berpuasa , Apakah Bisa ?





Ada seorang ibu lanjut usia berumur sekitar 70 tahun hendak berpuasa. Ibu ini menanyakan apakah bisa?



Ini sebetulnya tergantung kondisi fisik lansia yang bersangkutan. Kalo kondisi fisiknya bagus dan stabil, boleh aja berpuasa. Ada beberapa parameter yang perlu dijadikan acuan yaitu meliputi Kondisi fisik tadi, adanya penyakit yang sering pada lansia, trus sedang menderita penyakit yang akut seperti infeksi apa tidak, dsb.



Kondisi fisik menjadi parameter yang paling utama, kenapa? Karena biasanya organ tubuh lansia sudah mengalami beberapa penurunan fungsi. Disamping itu jumlah cairan tubuh pada lansia juga menurun, kemudian rasa haus pada lansia juga menurun, jadi apabila tidak diperhatikan mudah sekali terjadi kekurangan cairan atau dehidrasi.



Yang kedua diatas adalah biasanya para lansia sering menderita penyakit yang gejalanya tidak khas/jelas sehingga dapat membuat para lansia cepat lelah, lemas dan akhirnya jadi bingung. Penyakit yang sering adalah Hipertensi, kolestrol, ginjal dan rhematik. Karena itu biasanya para lansia sering mengkonsumsi obat obatan tertentu.



Nah, kalo memang kondisi fisiknya memungkinkan boleh aja berpuasa dengan bantuan tips dibawah ini :







1. Biar tetap fit, harus ada salah seorang anggota keluarga yang mengawasi lansia dengan memperhatikan dan mengatur pola makan, minum, serta aktivitas yang dilakukan. Yang perlu diperhatikan adalah asupan kalorinya yaitu saat sahur sebesar 40%, saat buka 50%, dan ditambah lagi 10% sesudah sahur.

2. Jangan lupa juga dianjurkan memperbanyak konsumsi makanan yang berserat tinggi agar makanan ini lambat dicerna sehingga memperbanyak energi saat puasa. Contohnya seperti kurma yang kaya karbohidrat, gula, serat dan mineral seperti kalium dan magnesium. Untuk buah yang paling bagus adalah pisang, karena selain kaya kalium juga sebagai sumber karbohidrat.



3. Jumlah cairan juga perlu diperhatikan karena pada lansia mudah sekali terjadi dehidrasi, maka sebaiknya minum air sekitar 8-10 gelas sehari dengan jadwal diatur sendiri seenak mungkin.












sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?p=447784407#post447784407

Thursday, 11 August 2011

Mengerikan: Inilah Barisan-barisan Manusia di Akhirat Kelak. Anda di Barisan Dimana?

Suatu ketika, Muadz bin Jabal ra mengadap Rasulullah SAW dan bertanya: “Wahai Rasulullah, tolong jelaskan kepadaku mengenai firman Allah SWT: Pada sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris” (Surah an-Naba’:18)







Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata. Lalu menjawab: “Wahai Muadz, engkau telah bertanya kepada aku, perkara yang amat besar, bahwa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris menjadi 12 barisan, masing-masing dengan pembawaan mereka sendiri….”








Maka dijelaskanlah oleh Rasulullah ke 12 barisan tersebut :-




BARISAN PERTAMA


Di iring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: “Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati tetangganya, maka demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”



BARISAN KEDUA


Diiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: “Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan solat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”



BARISAN KETIGA


Mereka berbentuk keldai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking. “Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”



BARISAN KEEMPAT


Diiring dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancutan keluar dari mulut mereka. “Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jualbeli, maka inilah balasannya dan tempat mereka adalah neraka…”



BARISAN KELIMA


Diiring dari kubur dengan bau busuk daripada bangkai. Ketika itu Allah SWT menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar. “Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan perlakuan derhaka takut diketahui oleh manusia tetapi tidak pula rasa takut kepada Allah SWT, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”



BARISAN KEENAM


Diiring dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan. “Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”



BARISAN KETUJUH


Diiring dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. “Mereka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”



BARISAN KELAPAN


Diiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas. “Mereka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”



BARISAN KESEMBILAN


Diiring dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. “Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”



BARISAN KESEPULUH


Diiring dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan penyakit sopak dan kusta. “Mereka adalah orang yang derhaka kepada orang tuanya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”



BARISAN KESEBELAS


Diiring dari kubur mereka dengan berkeadaan buta mata-kepala, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar beraneka kotoran. “Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”



BARISAN KEDUA BELAS


Mereka diiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka,datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan: “Mereka adalah orang yang beramal salih dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan durhaka, mereka memelihara sholat lima waktu, ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat keampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang Maha Pengasih…”



bonus :













sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10086232